Page 6 - Tabloid Terbang.cdr
P. 6

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan  .mazmur 127Edisi :

  IX/Oktober/2018/hal 1Official tabloid of Terang Bangsa Christian Senior High School





       DIES NATALIES SEKOLAH
       29 Maret 2018 menjadi moment yang berkesan bagi Yayasan Terang Bagi Sejahtera Bangsa. Pada hari
       itu keluarga besar Terang Bangsa merayakan Dies Natalis sekolah Kristen Terang Bangsa yang ke 11.
       Sekalipun  terbilang  cukup  muda,  namun  menikmati  perjalanan  bersama  Tuhan  selama  11  tahun
       merupakan perjalanan yang luar biasa. Bermula dari visi misi yang dirumuskan oleh pendeta yang
       hebat, hingga usia ke 11 ini, sekolah Terang Bangsa telah Tuhan jadikan terang bangi banyak orang.
       Bagaimana tidak, sekolah yang memiliki visi “Generasi bangsa yang takut akan Tuhan dan berdedikasi
       pada kesejahteraan manusia seutuhnya” ini mendidik setiap anak didik menjadi anak-anak yang takut
       akan Tuhan sehingga dapat menjadi terang bagi sesamanya dimanapun mereka berada.
       Yosea Dwi Christiono, Kepala Yayasan Terang Bagi Sejahtera Bangsa menekankan kembali core value
       Yayasan Terang Bagi Sejahtera Bangsa yaitu TRANSFORMING LIFE yang berarti Transforming Love,
       Integrity, Family, Education. “jika ada yang tanya kenapa love ada diurutan yang pertama dan education
       jadi urutan terakhir, jawabannya sederhana. Zaman sekarang love jauh lebih sulit untuk dibangun,
       padahal hal itu merupakan bagian yang sangat penting dibanding sebuah pencapaian nilai dalam mata
       pelajaran” Tegas Bapak Yosea saat mengisi ibadah ulang tahun Terang Bangsa.













                                                                                     Konser Kelas SMA Terang Bangsa
                                                                                     Konser  yang  diselenggarakan  kelas  X  dan  XI  SMA  Terang
                                                                                     Bangsa pada tanggal 9 dan 11 Mei kemarin berjalan dengan
                                                                                     meriah.  Masing-masing  kelas  memiliki  konsep  sendiri  untuk
                                                                                     memoles  aksi  panggung  mereka  menjadi  unik.  Drama,
                                                                                     dance,flasmob,  dan  juga  persembahan  lagu  ciptaan  mereka
                                                                                     sendiri.  Setiap  kelas  menciptakan  lima  lagu  baru  untuk
                                                                                     memenuhi  kriteria  penilaian  yang  ada  dan  mengemas  cerita
                                                                                     yang sesuai dengan lagu ciptaan mereka untuk memaksimakan
                                                                                     penampilan mereka.
                                                                                            Pengajar musik SMA Kristen Terang Bangsa, Wibi Ardi
                                                                                     Alvianto,  mengungkapkan  bahwa  konser  ini  diselenggarakan
                                                                                     untuk  pengambilan  nilai  Ulangan  Kenaikan  Kelas.  “  Rubrik
                                                                                     penilainannya  adalah    keharmonisan,  kreativitas,  dan  aksi
                                                                                     panggung.  Dari segi persiapan pentas, saya melihat anak-anak
                                                                                     sudah sudak cukup maksimal. Aksi mereka di atas panggung
                                                                                     pun juga terlihat menarik. Namun, kondisi tempat pelaksanaan
                                                                                     konser yang kurang kondusif” ujar guru yang akrab disapa Sr
                                                                                     Wibi ini.





                                                                                    Acara KKR Pelajar sekota Semarang telah dilaksanakan pada
                                                                                    hari  Selasa,  3  April  2018.  Tidak  hanya  para  pelajar  yang
                                                                                    tergabung  dalam  acara  tersebut,  namun  guru-guru  agama
                                                                                    Kristenpun menghadiri KKR Pelajar sekota Semarang. Firman
                                                                                    Tuhan dibawakan oleh seorang dokter sexologi bernama Andi
                                                                                    Wijaya, Md, MRepMed dengan tema Reaching Highest.
                                                                                    Beliau  menjelaskan  bahwa  dengan  semakin  berkembangnya
                                                                                    zaman semakin luas juga pemikiran manusia. Manusia dapat
                                                                                    berbuat  segala  sesuatu  menurut  pemikirannya.  Seperti
                                                                                    contohnya yaitu manusia dapat membuat robot yang canggih
                                                                                    untuk  membantu  kehidupannya  dalam  berbagai  bidang.
                                                                                    Sehingga dapat menyebabkan semua aktivitas manusia dapat
                                                                                    digantikan oleh robot.
                                                                                    Efek  dari  kemajuan  teknologi  juga  dapat  berpengaruh  dalam
                                                                                    pergaulan  khususnya  dalam  pergaulan  anak  muda.  Banyak
                                                                                    anak-anak muda yang terjebak ke dalam pergaulan yang salah.
                                                                                    Lingkungan  mereka  yang  rusak  dapat  merubah  kepribadian
                                                                                    seseorang yang semula baik menjadi buruk. Apabila tidak ada
                                                                                    kesadaran  dari  dirinya  sendiri  maka  orang  itu  dapat  jatuh  ke
                                                                                    dalam  dosa  perzinahan.  Perzinahan  tidak  hanya  pada  saat
                                                                                    seseorang melakukan perselingkuh, namun dengan memikirkan
                                                                                    hal-hal yang berbau zinah pun sudah termasuk ke dalam dosa
                                                                                    perzinahan.
                                                                                    Menutup KKR tersebut, Bapak Andi Wijaya berpesan agar anak
                                                                                    muda dapat bijak dalam memakai teknologi yang ada dan harus
                                                                                    membaca Alkitab  setiap  hari  serta  melakukan  setiap  perintah
                                                                                    yang  Tuhan  Yesus  berikan  melalui  Akitab  karena  Alkitab
                                                                                    merupakan fondasi atau pedoman hidup orang Kristen.
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11