Page 9 - Tabloid Terbang.cdr
P. 9

Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan  .mazmur 127Edisi :

  IX/Oktober/2018/hal 1Official tabloid of Terang Bangsa Christian Senior High School



                                                                                    Ayo buka dan baca modul kalian halaman 43," tukas Bu
     A Speck of Light
                                                                                    Heni, wali kelasku. Aku membuka modul dan membacanya,
     11  tahun  yang  lalu,  Mama  berkata  kepadaku  bahwa                         tetapi seolah-olah tidak ada sepatah katapun yang masuk
     kesuksesan bukanlah tentang seberapa banyak uang yang                          ke kepalaku. Waktu berjalan dengan sangat lambat, hingga
     kamu hasilkan, tapi seberapa besar kamu bisa membawa                           akhirnya  bel  istirahat  berbunyi.  Setelah  mengucapkan
     perubahan untuk hidup orang lain. Dan ialah orang pertama                      salam terima kasih, aku segera beranjak dari kursiku dan
     yang  terbesit  dalam  benakku,  saat  mendengar                               berlari menuju ruang Humas.
     perkataannya.                                                                  Kuketuk pintu ruang Humas pelan-pelan sampai kudengar
     "Lia, sarapan sudah siap!"                                                     suara seorang perempuan paruh baya mempersilahkanku
     "Oke Ma, aku segera kesana."                                                   masuk ke ruangan. "Permisi..." ucapku memasuki ruangan
     Aku pun memasukkan buku yang kupegang sejak tadi ke                            tersebut  dan  menghampiri  meja  Bu Ani.  "Bu,  saya  ingin
     dalam tas sekolahku, dan beranjak menuju ruang makan.                          mendaftarkan  diri  untuk  mengikuti  audisi  musik."  Bu Ani
     Namaku  Nathalia,  umurku  16  tahun  dan  sekarang  aku                       mempersilahkanku untuk duduk dan mengambil sebendel
     duduk  di  kelas  2  SMA.  Aku  tinggal  bersama  mama  di                     kertas  dan  menaruhnya  di  atas  meja.  "Isi  saja  form
     sebuah  panti  asuhan  yang  terletak  di  pinggir  kota.  Yap,                pendaftaran  ini  dulu  kemudian  berikan  yang  ini  kepada
     tepat sekali, aku adalah seorang yatim piatu. Mama yang                        orang tuamu. Ketentuan mengikuti audisinya yaitu harus
     kusebut sejak tadi bukanlah ibu kandungku, melainkan ibu                       bisa memainkan minimal 1 alat musik dan menampilkan
     pengasuh di panti asuhan ini.                                                  pertunjukan  menggunakan  lagu  yang  kamu  buat  sendiri
                                                                                    serta  mencantumkan  data  diri  secara  lengkap  yang
     Di ruang makan, Mama dan yang lainnya sedang menata                            disetujui  oleh  orang  tua. Audisinya  akan  dilaksanakan  2
     piring dan menyiapkan peralatan makan. "Pagi Kak Naomi!                        minggu dari sekarang, yaitu tanggal 24 April," jelas Bu Ani.
     Kubantu  sini,"  sapaku  sembari  mengambil  sendok  dan                       Aku menganggukkan kepalaku sebagai tanda mengerti dan
     garpu yang ada di laci dan menatanya di atas meja. "Pagi                       mengisi  data  diriku  di  form  tersebut.  Setelah  itu,  aku
     Lia, terima kasih ya," jawab Kak Naomi sambil tersenyum.                       meninggalkan ruangan tersebut dan membawa sebendel
     Kak Naomi adalah kakak tertua kami di sini, dia berkuliah di                   kertas yang diberikan kepadaku tadi.
     salah  satu  universitas  ternama  di  kota  ini.  Kak  Naomi                  "Li, kamu jadi mau ikut audisi itu?" tanya Felix kepadaku.
     adalah  orang  yang  sangat  baik  dan  pintar,  sehingga  ia                  "Iya, kamu nggak ikut? Kamu kan jago main gitar!" Felix
     mendapat  beasiswa  di  universitas  tersebut.  Selain  Kak                    menghela nafas mendengar ucapanku dan berkata, "Aku
     Naomi, ada juga Ethan, Ian, dan Lisa yang berlarian menuju                     kan laki-laki tertua di panti itu saat ini, kasihan Mama kalau
     kemari.  "Pagi  Kak  Naomi,  Kak  Lia!!"  sapa  mereka                         ditinggal sendirian. Dua bulan itu waktu yang cukup lama
     serempak. Mereka bertiga masih duduk di bangku sekolah                         juga." "Iya sih....," jawabku pelan. Felix memang orang yang
     dasar. "Pagi juga," sapaku sambil tersenyum geli, "Ayo kita                    sangat  merisaukan  keadaan  panti,  mungkin  karena  dia
     sarapan dulu, keburu supnya dingin nih," kata Mama. "Pagi                      merasa  bertanggung  jawab  terhadap  posisinya  sebagai
     Ma," sapaku dan trio ribut tersebut. "Pagi Lia, Ian, Ethan,                    anak  laki-laki  tertua  di  sana.  "Anyways,"  kata  Felix
     Lisa,  ayo  duduk,  kita  sarapan,"  kata  Mama  sambil                        membuyarkan lamunanku. "Good luck ya, semangat." Aku
     tersenyum.                                                                     tersenyum  mendengar  perkataannya.  "Thanks,"  ucapku
     Kami  pun  duduk  di  kursi  masing-masing  dan  berdoa                        singkat.
     sebelum makan. Selesai sarapan, kami membantu mama                             Sepulang  sekolah,  aku  segera  membersihkan  diri  dan
     untuk  membereskan  piring  dan  bersiap-siap  untuk                           menyelesaikan  semua  tugas  sekolahku,  kemudian
     berangkat  ke  sekolah.  "Seragam  lengkap...buku  sudah                       membantu Mama untuk memasak makan malam. Setelah
     sesuai  jadwal...bekal  juga  sudah,  oke!"  Setelah                           semuanya selesai, biasanya kami akan berkumpul di ruang
     memastikan bahwa tidak ada yang ketinggalan, aku segera                        tengah  dan  menceritakan  tentang  apa  yang  telah  terjadi
     mengambil  tasku  dan  berlari  kecil  menuju  ruang  depan.                   pada  hari  itu.  Aku  duduk  di  sebelah  Kak  Naomi  dan
     "Ma, kami berangkat ke sekolah dulu ya!" ucapku sembari                        mendengarkan cerita dari yang lainnya. "Tadi aku dapat nilai
     menyalami  Mama.  "Hati-hati  di  jalan  ya,  Tuhan                            100  di  mapel  matematika!"  Lisa  bercerita  dengan  penuh
     memberkati,"  jawab  Mama. Aku  tersenyum  dan  berjalan                       semangat. Satu per satu dari kami mulai bercerita tentang
     menuju ke sekolah bersama Felix, Kak Ivana, dan Jovanka.                       pengalaman mereka di sekolah, hingga tiba saatku untuk
     Kak  Ivana  sudah  kelas  3  SMA,  Felix  adalah  teman                        sharing. "Ma, tadi aku mengisi form untuk mengikuti audisi
     sepantaranku, dan Jovanka kelas 1 SMA. Sekolah kami                            musik di Royal Academy of Music, kalau aku terpilih aku
     memberikan  beasiswa  kepada  panti  yang  kami  tinggali                      dapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan di sana loh,
     sebagai  suatu  bentuk  amal  untuk  menopang  keadaan                         kira-kira  2  bulan!"  Mama  sekilas  terkejut  mendengar
     finansial kami.                                                                 perkataanku kemudian tersenyum, "Wah, itu sekolah musik
     Sesampainya di sekolah, kami pun berpisah dan menuju                           yang terkenal bukan?" "Yap," jawabku dengan semangat
     kelas  kami  masing-masing.  Kebetulan  aku  dan  Felix                        "Audisinya 2 minggu lagi, dan harus membuat lagu sendiri."
     ditempatkan di kelas yang sama, kelas XI-IPA-I. Hari-hari di                   "Semangat  kak!  Kak  Lia  pasti  bisa!"  "Terima  kasih
     sekolah yang terkesan membosankan ini segera berubah                           semuanya, kakak akan berusaha!" Dan demikianlah kami
     180° ketika guru wali kelas kami mengumumkan sesuatu                           bercerita hingga malam tiba dan kami kembali ke kamar
     yang membangkitkan semangatku.                                                 masing-masing.
     "Selamat pagi semua, ada kabar gembira untuk kalian para                       22 April, H-2 Audisi
     penggemar musik! Akan diadakan audisi untuk pelatihan                          Jari-jariku menari di atas tuts piano, menghasilkan alunan
     musik di Royal Academy of Music selama 2 bulan, terbatas                       musik yang menenangkan hati. Melodi ini selalu terpatri di
     untuk  5  orang  saja! Yang  ingin  mendaftar  bisa  meminta                   benakku sejak aku masih kecil, yang menguatkanku di saat
     formulirnya ke Humas di Bu Ani. Sekarang kita masuk ke                         aku  terpuruk  dan  menenangkanku  di  saat  aku  sedih.
     pelajaran dulu ya, yang mau tanya soal pelatihan musik                         Kubuka  buku  yang  selalu  kubawa  setiap  saat,
     lebih detail bisa tanya ke Bu Ani saat minta formulir nanti.                   memperlihatkan sebuah partitur yang belum selesai.
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13